Campuran kalium nitrat + asam fosfat + NaOH berfungsi sebagai nutrisi bagi tanaman

Campuran Kalium nitrat + Asam fosfat + NaOH berfungsi sebagai nutrisi bagi tanaman


 Kalium nitrat (KNO3) bersifat netral, bukan asam atau basa, karena merupakan garam yang terbentuk dari reaksi netralisasi antara asam kuat (asam nitrat, HNO3) dan basa kuat (kalium hidroksida, KOH). Oleh karena itu, larutan KNO3 dalam air cenderung memiliki pH mendekati 7 (netral), meskipun ada data yang menyebutkan pH-nya bisa sedikit basa (sekitar 6.2) tergantung konsentrasi dan suhu. 

Penjelasan:
  • Asam Kuat + Basa Kuat = Garam Netral: Ketika asam kuat dan basa kuat bereaksi, ion-ion mereka (K+ dan NO3-) tidak akan mengalami hidrolisis signifikan dalam air yang akan mengubah pH-nya, sehingga larutan tetap netral.
  • Dalam Aplikasi Pupuk: Meskipun secara kimia netral, pupuk KNO3 cenderung tidak mengasamkan tanah seperti pupuk lain karena sifat kimiawinya, dan ini membuatnya mudah diserap tanaman. 

Campuran kalium nitrat (

KNHAI3huruf K huruf N huruf O sub 3
), asam fosfat (
H3PHAI4H sub 3 P cap O sub 4
), dan natrium hidroksida (
NAHAIHtutup N tutup O tutup H
) dalam larutan berair akan menghasilkan campuran garam natrium nitrat, kalium nitrat, natrium fosfat, dan udara, yang sebagian besar berada dalam bentuk ion-ion yang terlarut. 
Secara ringkas, komponen utama yang terbentuk adalah: 
  1. Natrium Fosfat (
    NA3PHAI4tutup N a sub 3 tutup P tutup O sub 4
    )
    - Hasil reaksi netralisasi antara
    NAHAIHtutup N tutup O tutup H
    dan
    H3PHAI4H sub 3 P cap O sub 4
    .
  2. Natrium Nitrat (
    NANHAI3huruf N huruf N huruf O sub 3
    )
    - Terbentuk jika
    NAHAIHtutup N tutup O tutup H
    bereaksi lebih lanjut.
  3. Kalium Fosfat (
    K3PHAI4huruf K sub 3 huruf P huruf O sub 4
    )
    - Terbentuk dari pertukaran ion dengan kalium.
  4. Udara (
    H2HAIhuruf H sub 2 huruf O
    )
    .
     
Penjelasan Reaksi: 
  • Reaksi Utama:
    NAHAIHtutup N tutup O tutup H
    (basa) akan bereaksi kuat dengan
    H3PHAI4H sub 3 P cap O sub 4
    (asam) menghasilkan garam natrium fosfat dan udara.
  • Reaksi Samping:
    KNHAI3huruf K huruf N huruf O sub 3
    adalah garam netral yang stabil dan umumnya tidak bereaksi langsung dengan basa kuat seperti
    NAHAIHtutup N tutup O tutup H
    dalam kondisi standar, ion-ionnya (
    K+kapital K dipangkatkan positif
    ,
    NHAI3N O 3 dipangkatkan negatif
    ) hanya akan bercampur dalam larutan.
  • Hasil Akhir: Campuran tersebut akan menghasilkan larutan jenuh yang mengandung ion
    NA+huruf kapital N dipangkatkan dengan angka positif
    ,
    K+kapital K dipangkatkan positif
    ,
    PHAI43cap P cap O sub 4 dipangkatkan 3 minus
    ,
    NHAI3N O 3 dipangkatkan negatif
    , dan
    HAIHhuruf O huruf H dipangkatkan negatif
    .
     
Jika campuran ini diuapkan, garam-garam seperti
NA3PHAI4tutup N a sub 3 tutup P tutup O sub 4
,
NANHAI3huruf N huruf N huruf O sub 3
, dan
K3PHAI4huruf K sub 3 huruf P huruf O sub 4
akan mengkristal. 

Campuran kalium nitrat (

K N O 3 tutup K tutup N tutup O sub 3
K N O 3
), asam fosfat (
H 3 P O 4 cap H sub 3 cap P cap O sub 4
H₃PO₄
), dan natrium hidroksida (
N a O H tutup N a tutup O tutup H
𝑁 𝑎 𝑂 𝐻
) pada dasarnya menghasilkan larutan yang mengandung nutrisi tanaman, namun memerlukan kehati-hatian dalam komposisi karena adanya natrium (Na). 
Berikut detail hasil dan fungsinya: 
1. Hasil Campuran Kimia 
  • Reaksi Utama:Asam fosfat (
    H 3 P O 4 cap H sub 3 cap P cap O sub 4
    H₃PO₄
    ) akan dinetralkan oleh natrium hidroksida (
    N a O H tutup N a tutup O tutup H
    𝑁 𝑎 𝑂 𝐻
    ) menghasilkan natrium fosfat (
    N a 3 P O 4 tutup N a sub 3 tutup P tutup O sub 4
    𝑁 𝑎 3 𝑃 𝑂 4
    ) dan udara (
    H 2 O capH sub 2 capO
    H2O
    ).
  • Komponen Larutan Akhir:Jika dicampur dalam air, larutan akan mengandung Kalium (
    K + tutup K dipangkatkan positif
    K +
    )
    , Nitrat (
    N O 3 cap N cap O sub 3 diangkat negatif
    𝑁 𝑂 3
    )
    Natrium (
    N a + cap N a dipangkatkan positif
    𝑁 𝑎 +
    )
    , dan Fosfat (
    P O 4 3 cap P cap O sub 4 dipangkatkan 3 minus
    𝑃 𝑂 3 4
    )
    .
  • Karakteristik:Campuran ini adalah larutan garam anorganik yang sangat larut dalam air. 
2. Apakah Berfungsi sebagai Nutrisi Tanaman? 
Ya, campuran ini berfungsi sebagai nutrisi tanaman (pupuk cair), terutama karena mengandung unsur hara makro utama: 
  • Nitrogen (N) dari
    K N O 3 tutup K tutup N tutup O sub 3
    K N O 3
    :
    Penting untuk pertumbuhan daun dan batang.
  • Fosfor (P) dari
    H 3 P O 4 cap H sub 3 cap P cap O sub 4
    H₃PO₄
    :
    Penting untuk akar, bunga, dan buah.
  • Kalium (K) dari
    K N O 3 tutup K tutup N tutup O sub 3
    K N O 3
    :
    Meningkatkan kualitas buah dan daya tahan tanaman.
     
3. Keunggulan dan Catatan Penting 
  • Pupuk Kalium Fosfat/Nitrat:Campuran ini menyediakan Kalium, Nitrogen, dan Fosfor sekaligus (mirip NPK cair).
  • Natrium (Na) sebagai residu:Penggunaan
    N a O H tutup N a tutup O tutup H
    𝑁 𝑎 𝑂 𝐻
    memasukkan natrium. Sementara beberapa tanaman membutuhkan natrium, natrium berlebih dapat merusak struktur tanah dan beracun bagi tanaman tertentu(seperti tanaman
     sensitif garam atau tanaman hias).
  • Fungsi lain:Campuran fosfat dengan  kalium sering digunakan sebagai pupuk daun karena sifat yang mudah diserap.
Kesimpulan:Campuran ini aman dan
 bermanfaat digunakan sebagai pupuk
 (sumber N, P, K) jika proporsi NaOH
 digunakan hanya untuk menetralkan
 asam fosfat (pH seimbang), namun
 hindari penggunaan agar-agar secara berlebihan
 tanaman tidak keracunan natrium.

Campuran kalium nitrat + asam fosfat + NaOH dengan Pelarut Gliserol Karbonat

Campuran kalium nitrat (
KNHAI3huruf K huruf N huruf O sub 3
), asam fosfat (
H3PHAI4H sub 3 P cap O sub 4
), dan natrium hidroksida (
NAHAIHtutup N tutup O tutup H
) dalam udara menghasilkan larutan nutrisi yang kaya akan unsur hara makro (N, P, K) dan berfungsi baik sebagai pupuk, terutama untuk fase generatif (pembungaan/pembuahan). 
Berikut penjelasan rincinya: 
1. Hasil Reaksi (Komponen Larutan) 
Dalam pelarut udara, zat-zat ini bereaksi membentuk campuran garam-garam terlarut: 
  • Kalium Nitrat (
    KNHAI3huruf K huruf N huruf O sub 3
    ):
    Sumber nitrogen (
    NHAI3N O 3 dipangkatkan negatif
    ) dan kalium (
    K+kapital K dipangkatkan positif
    ).
  • Netralisasi Asam Fosfat + NaOH:
    H3PHAI4H sub 3 P cap O sub 4
    (asam) bereaksi dengan
    NAHAIHtutup N tutup O tutup H
    (basa) menghasilkan natrium fosfat (
    NAH2PHAI4N H 2 P O 4
    ,
    NA2HPHAI4N ∩ 2 ∩ H ∩ P ∩ O √4
    , atau
    NA3PHAI4tutup N a sub 3 tutup P tutup O sub 4
    ) dan udara.
  • Hasil Akhir: Larutan mengandung ion kalium (
    K+kapital K dipangkatkan positif
    ), nitrat (
    NHAI3N O 3 dipangkatkan negatif
    ), fosfat (
    PHAI43cap P cap O sub 4 dipangkatkan 3 minus
    ), natrium (
    NA+huruf kapital N dipangkatkan dengan angka positif
    ), dan udara.
     
Catatan: Penggunaan NaOH (natrium hidroksida) perlu dibatasi agar tidak terjadi penguatan natrium (
NA+huruf kapital N dipangkatkan dengan angka positif
) yang berlebihan di tanah, yang dalam jangka panjang bisa kurang baik bagi tanaman tertentu.
 
2. Fungsi sebagai Nutrisi Tumbuhan 
Campuran ini sangat berfungsi sebagai nutrisi tanaman karena mengandung unsur-unsur penting: 
  • Kalium (K): Membantu pembentukan protein, karbohidrat, serta meningkatkan kualitas buah.
  • Nitrogen (N) - Nitrat: Sangat baik untuk merangsang pertumbuhan dan mempertebal daun.
  • Fosfor (P) - Fosfat: Sangat vital untuk energi tanaman, merangsang akar, dan pembentukan bunga. 
3. Cara Penggunaan 
Larutan ini sering digunakan sebagai: 
  • Pupuk Daun: Karena kandungan
    KNHAI3huruf K huruf N huruf O sub 3
    putih mudah diserap melalui daun.
  • Nutrisi Fase Generatif: Membantu tanaman berbuah lebat dan mengurangi kerontokan bunga. 
Penting: Selalu encerkan campuran ini dengan udara dalam jumlah banyak sebelum diaplikasikan untuk menghindari kelebihan nutrisi yang bisa memakan tanaman.


Campuran kalium nitrat + asam fosfat + NaOH dengan Pelarut Gliserol Karbonat

Campuran kalium nitrat (
K N O 3 tutup K tutup N tutup O sub 3
K N O 3
), asam fosfat (
H 3 P O 4 cap H sub 3 cap P cap O sub 4
H 3 P O 4
), dan NaOH (Natrium Hidroksida) dengan pelarut gliserol karbonat menghasilkan larutan nutrisi cair yang kaya unsur hara makro (N, P, K) dan berfungsi sebagai pupuk pelengkap tanaman, khususnya untuk pupuk daun. 
Berikut rincian hasil campuran dan kegunaannya: 
1. Hasil Campuran Kimia 
  • Pembentukan Garam Fosfat:Reaksi antara asam fosfat (
    H 3 P O 4 cap H sub 3 cap P cap O sub 4
    H 3 P O 4
    ) dan NaOH dalam lingkungan ini akan membentuk garam natrium fosfat (
    NaH2PO4 NaH2PO4
    𝑁 𝑎 𝐻 2 𝑃 𝑂 4
    ,
    Na₂HPO₄ Na₂HPO₄
    𝑁 𝑎 2 𝐻 𝑃 𝑂 4
    , atau
    N a 3 P O 4 tutup N a sub 3 tutup P tutup O sub 4
    𝑁 𝑎 3 𝑃 𝑂 4
    tergantung rasio mol), yang merupakan sumber fosfor yang larut.
  • Kalium Nitrat Terlarut:
    K N O 3 tutup K tutup N tutup O sub 3
    K N O 3
    menyediakan unsur Kalium (
    K tutup K
    K
    ) dan Nitrogen (
    N tutup N
    𝑁
    ) dalam bentuk nitrat yang mudah diserap tanaman.
  • Peran Gliserol Karbonat:Gliserol karbonat bertindak sebagai pelarut polar protik yang stabil dan ramah lingkungan. Ia membantu melarutkan senyawa anorganik di atas, meningkatkan stabilitas lingkungan, dan berpotensi bertindak sebagai agen pelembap (humektan) pada permukaan daun.
  • Hasil Akhir:Sebuah lingkungan cair yang mengandung NPK (Nitrogen, Fosfor, Kalium)dan Natrium (Na). 
2. Fungsi sebagai Nutrisi Tumbuhan 
Campuran ini sangat fungsional sebagai nutrisi tanaman: 
  • Sumber NPK Cepat Saji:Kalium nitrat menyediakan Kalium dan Nitrogen instan untuk pertumbuhan daun dan batang. Fosfat dari hasil reaksi menyediakan energi (ATP) untuk pertumbuhan akar dan bunga.
  • Pupuk Daun (Pupuk Daun):Karena kelarutannya baik dalam gliserol, campuran ini efektif disemprotkan ke daun. Kalium nitrat dikenal baik untuk mempertebal daun.
  • Kelebihan dalam Gliserol Karbonat:Pelarut organik seperti gliserol karbonat membantu mengurangi penguapan nutrisi di permukaan daun, memungkinkan daun memiliki waktu lebih lama untuk menyerap nutrisi. 
3. Keunggulan Potensial 
  • Bebas Klorida:
    K N O 3 tutup K tutup N tutup O sub 3
    K N O 3
    tidak mengandung klorida, sehingga aman untuk tanaman yang sensitif klorida.
  • Kandungan Nutrisi Tinggi:pembuatan pupuk cair konsentrasi tinggi. 
Catatan:Penggunaan NaOH harus dikontrol agar pH hasil akhir tidak terlalu basa (terlalu tinggi), karena pH yang ideal untuk aplikasi daun adalah mendekati netral (sekitar 6-7). Pastikan konsentrasi tidak terlalu pekat untuk menghindari daun terbakar.




Comments

Popular posts from this blog

GEJALA DAN TANDA PENYAKIT PADA TANAMAN

15 Jenis Tanaman Mengandung Fosfor Tinggi

CARA MEMBUAT POC (PUPUK ORGANIK CAIR) SEDERHANA BAHAN YAKULT, AIR KELAPA, TELUR, MICIN, DAN JUS TEB