KAPUR TOHOR MENJADI KALSIUM KARBONAT

KAPUR TOHOR MENJADI KALSIUM KARBONAT ATAUKAH DOLOMIT DALAM PEMBUATAN MPT (MINERAL PENJURURU TANAMAN) PENANGKAP CO2, DAN PUPUK NUTRISI TANAMAN


kapur tohor (kalsium oksida, 

) sangat bisa diubah kembali menjadi kalsium karbonat (
). Prosesnya melibatkan hidrasi kapur tohor menjadi kalsium hidroksida (
) lalu karbonasi dengan karbon dioksida (
). Ini pada dasarnya membalikkan proses pembakaran (kalsinasi) batu kapur.
Berikut adalah tahapan perubahan kapur tohor (
) menjadi kalsium karbonat (
):
  1. Hidrasi (Pemadaman): Kapur tohor (
    ) dicampur dengan air untuk menghasilkan kalsium hidroksida atau kapur padam, dengan reaksi:
    .
  2. Karbonasi: Kalsium hidroksida (
    ) direaksikan dengan karbon dioksida (
    ), baik melalui udara atau aliran gas, untuk menghasilkan kalsium karbonat:
    .
Proses ini sering digunakan untuk memproduksi kalsium karbonat presipitasi (PCC) yang halus dan murni

Wujud Padat (Mineral) Kalsium Hidroksida Menangkap CO2
kapur tohor (Kalsium Oksida/CaO) dapat diubah kembali menjadi kalsium karbonat (
), dan kalsium hidroksida (
) dapat dibuat mengeras menyerupai mineral untuk menyerap 
.
Berikut adalah penjelasan prosesnya secara ilmiah:
1. Kapur Tohor ke Kalsium Karbonat (Siklus Kalsium)
Proses ini dikenal sebagai carbonation (karbonasi) atau bagian dari calcium looping, di mana 
 menyerap kembali 
 untuk kembali menjadi 
.
  • Kapur Tohor (CaO) bereaksi dengan air menghasilkan Kapur Padam (
    )
    :
  • Kapur Padam (
    )
     bereaksi dengan karbon dioksida (
    ) menjadi Kalsium Karbonat (
    )
    :
2. Mengeraskan Kalsium Hidroksida seperti Mineral
Agar kalsium hidroksida padat bisa menyerap 
 dalam wujud padat, ia harus diproses agar berbentuk briketpelet, atau blok, bukan serbuk halus.
  • Proses Pengerasan: Kalsium hidroksida (
    ) dicampur dengan sedikit air untuk membentuk pasta, lalu dicetak (peletisasi/briket) dan dikeringkan.
  • Mekanisme "Mineralisasi": Saat 
     padat ini terpapar udara yang mengandung 
    , permukaannya akan perlahan berubah menjadi kalsium karbonat (
    ). 
     adalah struktur utama batuan kapur (mineral kalsit).
  • Fungsi: Dalam wujud briket/padat, ia tetap bisa menyerap 
     dari udara (kontak gas-padat) meskipun reaksinya lebih lambat daripada dalam bentuk larutan (air kapur).
3. Cara Memaksimalkan Penyerapan 
Untuk membuat bahan padat tersebut menjadi penyerap 
 yang efektif, tujuannya adalah menjaga luas permukaan tetap tinggi:
  • Pembuatan Pelet berpori: Mencampur 
     dengan bahan pengikat (binder) yang aman atau zat porogen (yang meninggalkan pori setelah pengeringan) agar 
     bisa masuk ke bagian dalam pelet.
  • Reaksi Karbonasi: Pelet kalsium hidroksida yang padat akan mengeras seiring terikatnya 
     menjadi struktur kalsium karbonat yang lebih stabil.
Kesimpulan: Proses ini sangat mungkin dilakukan. Kalsium hidroksida (
) dapat dibentuk menjadi padatan briket/pelet (seperti semen), yang kemudian bertindak sebagai adsorben padat untuk menangkap 
 dan mengubahnya menjadi 
 yang keras.

Comments

Popular posts from this blog

GEJALA DAN TANDA PENYAKIT PADA TANAMAN

15 Jenis Tanaman Mengandung Fosfor Tinggi

CARA MEMBUAT POC (PUPUK ORGANIK CAIR) SEDERHANA BAHAN YAKULT, AIR KELAPA, TELUR, MICIN, DAN JUS TEB