Semai Biji/Bibit Tanaman
Rahasia Semai Biji/Bibit Agar Tumbuh Sehat, Gemuk, dan Kokoh:
1. Sterilisasi dan Pelunakan Benih:
Taruh Air hujan/air murni, atau air yang telah dibekukan di lemari es, setelah beku lalu ambil dan cairkan kembali, lalu tambahkan 2-3 tetes sari lidah buaya yang sudah didiamkan 1 minggu dalam lemari es, tambahkan juga 1 sdt abu kayu halus. Rendam benih di dalam larutan ini selama 2-4 jam.
Hasilnya: Benih akan menjadi steril, bersih dari kuman, dan merancang perisai luar permukaan kulit benih, agar nutrisi bisa terserap maksimal.
2. Pengisian Energi:
Ambil segelas air lelehan es, tambahkan asam suksinat sebanyak seujung sendok teh saja, Lalu rendam kembali benih ke dalam larutan ini selama 30-40 menit.
3. Kejutan Suhu:
Wadah yang berisi benih dalam larutan tersebut masukkan ke dalam kulkas bersuhu 4-5 derajat Celcius selama 2 jam. Setelah itu keluarkan wadah dari kulkas, dan keluarkan benih dari wadahnya, lalu letakkan benih di ruangan hangat bersuhu 25 derajat Celcius selama 2 jam. Ulangi siklus ini (cara 3) sebanyak 2 kali.
Hasilnya Benih akan memiliki ketahanan gen, siap menghadapi kondisi apapun. Dan kemudian benih siap untuk ditanam.
4. Media tanam hidup yang kaya nutrisi:
Rancang sebuah ekosistem mini, terdiri dari campuran kompos matang berkualitas, dan kascing (bio humus) dengan perbandingan 1:1. Lalu tambahkan bahan pengembur yaitu dari bahan pasir sungai dan vermikulit pada campuran ini dengan perbandingan 3:1, dimana campuran kompos dan kascing 3 bagian, dan campuran pasir dan vermikulit 1 bagian.
Buatlah lubang atau larikan kecil sesuai jenis benih yang akan ditanam. Semprotkan perlahan air hangat ke dalam lubang tanam tadi, lalu masukkan benih ke dalam lubang tanam tadi. Jarak antarbibit diatur dengan tepat dan pas. Hasilnya: Benih akan berada di lingkungan yang lembab dan hangat. Ini menciptakan efek sauna yang memicu benih berkecambah lebih cepat, tunas mulai muncul dalam 3-4 hari saja. Agar tanaman tumbuh lebih aktif, lebih cepat, lebih dalam, dan lebih luas.
5. Mulsa bernafas Untuk Bibit
Campuran yang ringan, gembur, steril, dan banyak manfaat, terbuat dari bahan:- Agro Vermi kulit Hasilnya batang tanaman akan tumbuh pendek, gemuk, dan kokoh, daunnya pun lebih hijau pekat, dan segar.
Kemudian tambahkan bubuk mikoriza (jamur mikroskopis baik) dengan dosis 1-2 sdm bubuk mikoriza per 10 liter media tanam. Aduk campuran ini hingga merata.
Hasilnya: mutualisme, bersekutu setia antara tanaman di media tanamnya dengan mikoriza yang saling menguntungkan, menjaga dan memberi nutrisi bagi tanaman terus menerus. Bibit yang tumbuh di media tanam dengan mikoriza akan memiliki sistem perakaran yang jauh lebih kuat dan lebat, tanaman tidak perlu lagi sering dipupuk, lebih tahan terhadap kekeringan, dan aman dari penyakit busuk akar.
6. Teknik Hot Start
Memberikan dorongan awal bagi pertumbuhan tanaman ,(membuat tanaman seolah-olah olah sudah berada di tanah sesungguhnya pada musimnya musim semi yang hangat).
Satu hari sebelum menanam benih, masukkan media tanam siap ke dalam wadah penyemaian/treasure/trysemai, lalu siram perlahan dengan air hangat bersuhu 60-70 derajat Celcius, lalu tutup wadah dengan plastik/kaca, lalu letakkan di ruangan hangat di dalam rumah,
7. Menanam Benih:
24 jam kemudian, benih sudah bisa ditanam pada kondisi media tanam bersuhu 25-28 derajat Celsius.
Buatlah lubang atau larikan kecil sesuai jenis benih yang akan ditanam. Semprotkan perlahan air hangat ke dalam lubang tanam tadi, lalu masukkan benih ke dalam lubang tanam tadi. Jarak antarbibit diatur dengan tepat dan pas.
Hasilnya: Benih akan berada di lingkungan yang lembab dan hangat. Ini menciptakan efek sauna yang memicu benih berkecambah lebih cepat, tunas mulai muncul dalam 3-4 hari saja. Agar tanaman tumbuh lebih aktif, lebih cepat, lebih dalam, dan lebih luas.
Gumpalan tanah tidak akan hancur karena terikat oleh jaringan akar putih halus yang sehat.
Pindahkan bibit ke lahan kebun, tanaman tumbuh di tempat barunya.
9. Mulsa bernafas Untuk Bibit
Campuran yang ringan, gembur, steril, dan banyak manfaat, terbuat dari bahan:
- Pasir sungai
- Arang kayu atau Arang Aktif yang sudah dihaluskan,
ketiga bahan dicampur dengan perbandingan 1:1:1 dicampurkan secara merata.
Cara Applikasi: taburkan campuran ini ke seluruh permukaan wadah benih setebal 0,5 cm saja. Lalu disemprotkan air hangat menggunakan sprayer secara perlahan sekedar melembabkan permukaan lapisan mulsa saja.
Hasilnya: Mulsa akan menjaga kelembaban sempurna, terciptanya sirkulasi udara, mencegah munculnya jamur jahat, dan tidak menghalangi pertumbuhan tunas.sehingga tanaman tumbuh subur.
10. Tambahan pada saat benih:
Bila perlakuan mulsa bernafas pada biji (bukan benih), cukup taburkan campuran ini ke seluruh permukaan wadah benih setebal 3-5 mm saja. Lalu tutup wadah dengan plastik transparan, dan simpan di tempat yang hangat dan gelap sampai tunas pertama muncul. Mulsa bernafas ini menjaga kelembaban sempurna, menciptakan sirkulasi udara, mencegah munculnya jamur jahat, dan tidak menghalangi pertumbuhan tunas.sehingga tanaman tumbuh dengan mudah, dan akar serempak menembus lapisan tipis ringan ini.
11. Penyiraman Berdenyut
Menciptakan periode kering singkat yang teratur, membiarkan lapisan atas tanah 1-1,5 cm permukaannya mengering sebelum disiram air kembali. Setiap hari lakukan penyiraman sampai tanaman benar-benar menerima kelembaban. lalu hangat kembali, dan setiap kering namun gembur tanahnya 1-1,5 cm dilakukan siram kembali agar tanaman menerima kelembaban. Siklus siram dan kering inilah yang disebut dengan Penyuraman Berdenyut.
Ini untuk merangsang pertumbuhan akar lebih dalam, mencegah munculnya penyakit busuk akar, dan mencegah serangan lalat jamur di tanah yang sering sering basah.
12. Spektrum Cahaya:
Spektrum cahaya biru 440-460 nm
dikenakan pada lingkungan bibit selama 12-14 jam sehari.
Ini berfungsi sebagai penghambat alami agar batang bertumbuh tidak memanjang ke atas (fokus memperkokoh fondasi tanaman dulu).
Kemudian ditambahkan spektrum cahaya merah 640-660 nm, durasi cahaya biru dikecilkan lalu durasi cahaya merah dibesarkan, spektrum penuh biru dan merah sekaligus, mirip meniru sinar matahari alami, hingga total durasi selama 16 jam sehari (spektrum biru 6 jam + spektrum merah 12 jam), (perbandingan durasi spektrum biru : merah = 1:2).
Hasilnya tanaman akan tumbuh berkembang secara harmonis dan proporsional.
13. Suhu Terkendali:
Di siang hari, suhu yang nyaman 20-22 derajat Celcius.
Di malam hari, menjaga suhu yang nyaman 15-17 derajat Celsius. Menurunkan suhu bagi tanaman dengan cara menempatkan tanaman di ambang jendela, balkon, atau teras dekat pintu masuk, pastikan bibit tidak terkena hembusan angin malam.
14. Pemupukan pintar yang ke-1 (Teh Hijau Spesial)
Pemupukan awal yang sangat krusial ini dilakukan jika tanaman sudah punya 2-3 daun sejati, dengan cara menggunakan tanah hidup yang dicampur dengan kompos dan kascing.
Tujuannya bukan sekedar memberi nutrisi, tapi menstimulasi dan memperkuat daya tanaman.
Cara membuat Teh Hijau Spesial:
Siapkan tanpa henti isi 1 liter.
Isi stoples 1/3 bagian dengan daun jelatang segar/kering, daun jelatang kaya akan unsur Silika (Si) berfungsi memperkuat dinding sel batang.
Masukkan air hangat ke dalam stoples hingga menyiram dan merendam daun jelatang.
Diamkan selama 24 jam, setelah itu saring airnya. akan diperoleh saripati/eliksir pekat.
Saat pengaplikasian ke tanaman, larutkan saripati ini ke dalam air dengan perbandingan 1:10, dimana 1 bagian saripati per10 bagian udara. Aduk hingga campuran merata. Setelah itu tambahkan Yodium (obat luka) sebanyak 1 tetes per 1 liter campuran, fungsi yodium untuk memicu metabolisme, dan meningkatkan sistem imun tanaman.
Cara pengaplikasiannya: Siramkan larutan ini pada area pangkal akar tanaman pada kondisi tanah sudah lembab,
Hasilnya tanaman akan tumbuh lebih sehat, dan kuat, tanaman jauh lebih tangguh menahan stres maupun serangan penyakit atau hama.
Comments
Post a Comment